Pergambilan keputusan dalam dunia perjudian online sering dipengaruhi bukan hanya oleh strategi bermain, tetapi juga oleh status hukum di masing‑masing negara. Dua negara di Asia Tenggara yang menarik untuk dibandingkan adalah Indonesia dan Thailand — keduanya memiliki pandangan dan pendekatan yang cukup berbeda terhadap boscair link dan perjudian secara umum.
Artikel ini mencoba menjelaskan secara jelas dan santai bagaimana hukum dan regulasi mengatur live casino di kedua negara tersebut, serta apa yang perlu diketahui oleh pemain yang tertarik atau penasaran.
Hukum Perjudian di Indonesia: Ketat tanpa Pengecualian
Indonesia dikenal memiliki salah satu regulasi paling tegas di dunia terkait perjudian. Baik perjudian konvensional maupun digital, termasuk live casino, pada dasarnya dilarang sepenuhnya menurut hukum nasional.
Dasar Hukum Larangan
Aturan dasar pelarangan perjudian di Indonesia berasal dari beberapa undang‑undang pokok:
-
Undang‑Undang No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, yang menyatakan semua bentuk perjudian sebagai tindakan yang melanggar hukum.
-
Undang‑Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terutama pasal‑pasal yang mengatur konten judi online dan koneksi elektronik yang terkait dengan perjudian digital. Komunikasi atau penyebaran konten perjudian secara online bisa dikenakan sanksi penjara dan denda berat.
Sanksi Hukum
Karena live casino masuk dalam kategori perjudian online, partisipasi dalam kegiatan tersebut — baik sebagai operator maupun pemain — bisa dikenai sanksi serius, termasuk:
-
Pidana penjara beberapa tahun
-
Denda finansial yang besar
-
Pemblokiran situs dan konten terkait judi oleh pemerintah melalui Kominfo dan pihak berwenang
Selain itu, bank dan lembaga keuangan juga diawasi untuk memblokir transaksi yang dicurigai terkait dengan perjudian online untuk menekan peredaran dana di pasar ilegal.
Kenapa Regulasi Sedemikian Ketat?
Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia. Tradisi hukum dan norma sosial sangat menekankan perlindungan masyarakat dari risiko judi, yang dipandang memiliki dampak negatif sosial dan ekonomi. Karena itu, pemerintah memilih pendekatan larangan total daripada regulasi yang mengatur operasi perjudian.
Gambaran Umum Hukum di Thailand: Status Saat Ini dan Upaya Perubahan
Berbeda dengan Indonesia yang sudah lama melarang judi secara umum, Thailand memiliki sejarah hukum yang unik dan sedikit lebih kompleks.
Hukum Saat Ini
Di Thailand, dasar hukum utama masih menggunakan Gambling Act BE 2478 Tahun 1935, yang melarang sebagian besar bentuk perjudian termasuk online gambling dan live casino. Berbeda dengan beberapa negara lain, hukum ini sebenarnya sudah ada sejak era pra‑internet dan belum sepenuhnya diperbaharui untuk mengatur dunia digital secara lengkap.
Artinya, menurut hukum yang ada, perjudian online tidak legal, termasuk live casino atau taruhan digital — kecuali beberapa bentuk yang secara eksplisit diizinkan (seperti lotere nasional atau balapan kuda).
Draft RUU dan Upaya Regulasi Baru
Di awal 2025, pemerintah Thailand sempat menyetujui Entertainment Complex Bill, sebuah RUU yang berusaha melegalkan operasi kasino fisik sebagai bagian dari kompleks hiburan besar guna menarik wisatawan dan investasi asing. RUU tersebut juga memuat beberapa aturan pembatasan untuk warga lokal.
Namun, karena kritik publik dan dinamika politik, RUU itu ditarik kembali pada pertengahan 2025 dan belum menjadi undang‑undang.
Sementara itu, pemerintah Thailand juga tengah melakukan kajian perubahan terhadap aturan lama untuk mengantisipasi isu kasino dan perjudian digital, termasuk kemungkinan pembentukan kerangka hukum untuk online gambling di masa depan. Namun hingga kini rancangan tersebut masih dalam tahap diskusi publik dan belum berlaku.
Status Hukum Online Casino di Thailand Sekarang
Hukum saat ini menganggap semua bentuk perjudian online sebagai illegal — termasuk situs live casino yang mungkin diakses dari luar negeri — meskipun penegakan di ranah digital cukup menantang karena server dan operator sering berada di luar yurisdiksi Thailand.
Perbandingan Singkat: Indonesia vs Thailand
| Aspek | Indonesia | Thailand |
|---|---|---|
| Live casino online | Total dilarang | Ilegal secara umum |
| Regulasi perjudian | Larangan tegas dalam UU | Larangan lama, sedang dibahas revisi |
| Penegakan hukum | Pemblokiran konten, sanksi PIDANA | Undang‑undang lama + pembahasan RUU baru |
| Perubahan aturan ke depan | Pengetatan lebih lanjut | Upaya legalisasi terbatas tapi belum pasti |
Perbedaan ini mencerminkan filosofi hukum dan sosial masing‑masing negara. Indonesia memilih pendekatan tegas dengan pelarangan penuh, sementara Thailand masih berada dalam fase dinamika perubahan hukum terkait perjudian secara umum.
Apa Artinya Bagi Pemain?
Kedua negara saat ini tidak menyediakan jalur legal untuk bermain live casino secara langsung dari dalam wilayah masing‑masing. Bermain pada situs dari luar negeri, meski sering dilakukan oleh sebagian orang, dapat membawa risiko hukum karena aturan setempat belum memberikan landasan legal terhadap perjudian tersebut.
Selain itu, karena status hukum yang tidak jelas atau larangan total, perlindungan konsumen dan mekanisme penyelesaian sengketa bagi pemain juga tidak tersedia di bawah hukum nasional. Itu berarti jika terjadi masalah pada situs judi online, hak pemain tidak dilindungi oleh hukum Indonesia atau Thailand.
Penutup
Dua negara yang berdekatan secara geografis ini memiliki pendekatan berbeda terhadap live casino dan perjudian online secara keseluruhan. Indonesia memilih kebijakan pelarangan penuh, sedangkan Thailand masih mempertimbangkan perubahan hukum di tengah dampak sosial dan ekonomi.
Bagi siapa pun yang tertarik dengan dunia live casino, penting untuk memahami status hukum di negara masing‑masing dan mengambil keputusan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga aman serta sesuai dengan aturan yang berlaku.